GAYA RAMBUT UNDERCUT 2017, BARBERSHOP ACADEMY INDONESIA YOGYAKARTA SMS/WA.0877.3906.1766

Tampilkan postingan dengan label KURSUS BARBERSHOP KURSUS POTONG RAMBUT PRIA KURSUS CUKUR RAMBUT KURSUS PANGKAS RAMBUT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KURSUS BARBERSHOP KURSUS POTONG RAMBUT PRIA KURSUS CUKUR RAMBUT KURSUS PANGKAS RAMBUT. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Agustus 2017

Memasang Poster / Spanduk untuk pemasaran usaha Barbershop Anda


Banyak sekali usaha untuk memasarkan usaha barbershop kita agar terus bertambah pelanggan dan semakin ramai.

Dengan memasang poster dan spanduk di depan lokasi usaha anda tentu akan memudahkan pelanggan untuk mengenali usaha barbershop Anda, dan agar semakin banyak orang yang tau.

Seiring perkembangan jaman trend dan gaya rambut pada pria sudah bermacam – macam variasi bentuknya. Semakin hari semakin terus bermunculan model barunya, apalagi rambut akan tetap tumbuh, jadi, orang akan melakukan kegiatan ini secara rutin.

Selasa, 15 Agustus 2017

Selalu Menjaga Kenyamanan Pelanggan




Nah, yang ini juga harus selalu diperhatikan , bagaimana cara memanjakan tamu tentunya harus murah senyum dan selalu ramah pada pelanggan barbershop Anda.

Karena selain pelanggan merasa puas biasanya juga pelanggan memberikan tip atau mereka akan promosikan lagi kepada orang – orang yang mereka kenal kalau memang service anda oke.

Jaga selalu kebersihan tempat Anda, pertimbangkan pembuangan limbah sisa rambut dan sisa keramas dengan benar. Jaga sirkulasi udara dengan baik.

Minggu, 02 Juli 2017

INI DIA Tips Sukses Memulai Bisnis Barbershop


Tips Sukses Memulai Bisnis Barbershop

Jaman sekarang ini, urusan penampilan bukan lagi monopoli wanita. Pria juga sangat memperhatikan penampilannya, terutama gaya rambut.
Maka bisa dilihat saat ini muncul banyak sekali bermunculan barberahop bergaya modern di berbagai tempat khususnya kota-kota besar seperti di Jakarta, bogor, Tangerang, Depok, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis dan sudah memiliki modal usaha, barbershop bisa jadi pilihan yang tepat.


Pilih lokasi usaha yang pas
Pertama-tama, kamu harus memilih lokasi usaha yang pas dimana lokasi tersebut strategis dan dekat pusat keramaian orang. Misalnya dekat minimarket, pusat perbelanjaan, perkantoran, sekolah, kampus dan tempat lain yang memiliki lalu lintas ramai.

Terkait biaya sewa tempat tentu beragam. Bila kamu sudah memiliki ruko atau rumah yang letaknya strategis. tidak perlu keluar uang untuk sewa tempat lagi.


Barang dan perlengkapan yang dibutuhkan
Kamu bisa beli dua kursi barbershop bekas, 2 buah cermin ukuran 1×2 meter, 2 buah meja dengan laci, 1 unit AC. Kemudian, dua set mesin cukur rambut lengkap dengan minyak pelumas, sepatu sisir, kuas, dan sebagainya.

Jangan lupa 2 set gunting seperti gunting sasak, gunting potong, gunting kumis, 2 buah pisau lipat isi ulang.

Selanjutnya 2 buah kuas muka, 2 buah kuas sabun serta sabunnya, 2 buah hairspray, 3 buah handuk kecil, 2 pcs wadah bedak, jepitan plastik, 2 buah kain penutup badan dan yang paling penting adalah katalog model rambut terbaru.

Terakhir, agar para pelanggan betah di tempatmu, gunakan speaker aktif untuk menyetel musik dan dekorasi ruangan sesuai selera.


Berapa biayanya?
2 kursi = Rp 650 ribu x 2 = Rp 1,3 juta

2 buah cermin = Rp 600 ribu x 2 = Rp 1,2 juta

1 unit air conditioner = 2,5 juta

2 set alat & perlengkapan cukur lengkap dengan kain penutup = Rp 1 juta x 2 = Rp 2 juta.

Bikin katalog = Rp 100 ribu

Biaya dekorasi = Rp 1 juta.

Jadi, total modal awal yang kamu butuhkan sekitar Rp 8,6 juta diluar sewa tempat dan gaji karyawan.

Bila punya modal cukup, Kamu bisa membeli ruko hitung-hitung melakukan investasi terbaik.
Sementara untuk urusan gaji karywan cukup relatif, kamu bisa memperkerjakan part-timer dengan gaji yang miring atau pembagian komisi dari setiap pelanggan yang dilayani.

Manfaatkan sosial media agar usahamu laku keras!
Setelah kamu sudah membuka usaha barbershop modern, kamu bisa mempromosikannya lewat sosial media. Berikan promo-promo menarik serta upload gambar dari pelanggan tempat pangkas rambutmu yang kece dan menarik! (dnb)

Kamis, 05 Januari 2017

Usaha Cukur Rambut Kian Gaul, HR Barber Shop Hadir di Lido


Usaha Cukur Rambut Kian Gaul, HR Barber Shop Hadir di Lido


Hallobogor.com, Cigombong – Jenis usaha jasa yang satu ini tergolong unik dan terus berkembang. Jenis jasa yang diberikan sama, yakni pangkas rambut atau cukur rambut. Tapi soal bentuk, ragam, kemasan pelayanan, harga, dan tempat pelayanannya yang berbeda-beda sesuai kebutuhan konsumen.

Jasa cukur/pangkas rambut di sekitar kita setidaknya ada empat rupa utama. Pertama, tukang cukur rambut keliling. Modalnya cukup sisir, gunting, dan pisau silet. Tukang cukurnya bisa dipanggil kapan saja dan tempatnya bisa di mana saja. Bisa di rumah atau di kebun. Harganya pun tidak ditentukan.

Yang kedua, kios pangkas rambut sederhana. Umumnya, kiosnya hanya berukuran 2×1 meter atau 4×3 meter. Biasanya kerap di temukan di pangkalan ojek, pasar, atau pusat-pusat keramaian. Fasilitas dan peralatan yang tersedia juga lebih baik. Kursi lumayan nyaman, cermin besar, sudah menggunakan alat cukur mesin, style mulai mengikuti zaman, plus mendapatkan jasa urut.

Jenis usaha ini berkembang cukup pesat. Harganya relatif murah dan merata antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Bahkan, dalam beberapa dekade mulai menjamur tempat pangkas rambut Asgar (Asli Garut) hingga terbentuknya sejenis wadah atau asosiasi para pemangkas rambut.

Ketiga, jasa pangkas rambut yang dikenal dengan salon. Usaha ini sudah menjadi bisnis dengan modal besar. Sehingga umumnya, salon dengan brand yang sudah banyak dikenal kerap dijumpai di perkotaan atau pusat-pusat perbelanjaan modern. Pelayanan dan harganya tentu jauh lebih lux. Selain menggunting rambut, di salon bisa memilih beraneka layanan seperti creambath, mewarnai sambut, dll.

Dan keempat, kini kembali marak varian baru usaha pangkas rambut. Varian baru ini lebih menyasar kalangan anak muda. Jenis pangkas rambut ini hadir untuk menjawab kebutuhan darah muda yang gaul, fashionable, energik, stylish, funky, dll.

Luas tempatnya tak jauh berbeda dengan kios pangkas rambut Asgar. Tapi dari nama tempatnya saja selalu mengusung “Barbershop”. Catnya mentereng seperti distro plus live musik.

Adalah Haryansyah, pemuda berusia 22 tahun warga Kampung Lido RT 3/1 Desa/Kecamatan Cigombong, Bogor, salah satu yang terjun membuka usaha pangkas rambut “Barbershop”. Setidaknya, Haryansyah cukup berpengalaman karena sebelumnya berprofesi sebagai tenaga make up artis.

Menurut Hary, begitu ia disapa, potensi bisnis Barbershop saat ini cukup menjanjikan. Terlebih dengan memberikan service, kualitas yang dikukung oleh tepat yang nyaman, serta peralatan yang lebih modern, seperti yang disediakan di tempat usahanya.

Hary mengatakan, live musik digelar di barbershopnya secara rutin pada moment-moment tertentu sebagai daya tarik bagi pengunjung.

Soal harga, Hary membanderol sama dengan tempat-tempat lainnya. “Dengan harga yang sama di tempat saya konsumen akan mendapatkan style yang berbeda dengan stile di tempat lain,” tandasnya.

Jika penasaran, silakan bisa mengunjungi HR Barbershop di Jalan Raya Mayjen H Edi Sukma (Bocimi) di ruko Lido Blue seberang Danau Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor. (den)

Jumat, 05 Agustus 2016

Abad Barbershop, Ketika Pria Gemar Potong Rambut


Saya dan Putra, seorang roommate sewaktu masa kuliah, punya rencana besar tahun ini, yakni tiap rambut kita panjang, berjanji untuk bertandang ke berbagai tempat cukur rambut khusus pria, barbershop, ternama di Jakarta. Jadilah setiap dua bulan sekali, kita bertemu untuk kemudian potong rambut. Aktifitas ini terkesan klise karena janjian untuk potong rambut biasanya dilakukan oleh kaum hawa, tetapi sejak awal decade ke dua di millennium ini, entah kenapa para pria yang bekerja, berusia 20an, dan single, mendadak melakukan atifitas ini. Selama yang dikunjungi bukan salon, saya kira, kegiatan potong rambut di barbershop masih tetap manly. 


Barbershop pertama yang saya dan Putra kunjungi adalah Manhattan, yang berlokasi di Panglima Polim 9, area strategis karena letaknya merupakan persinggungan antara Melawai dan Blok M. Agak susah juga sih mencari lokasinya karena tidak ada penanda / sign besar bertuliskan Manhattan Barbershop. Sehingga dua kali melewati jalan tersebut saya masih saja belum menemukannya, baru setelah berhenti dan memperhatikan bangunan dua tingkat dengan dominasi warna coklat, saya baru ngeh, ini dia tempatnya. 


Masuk melalui selasar berpenerangan temaram, saya masih bisa menyaksikan bahwa blok bangunan ini tidak semata-mata untuk barbershop, tetapi ada dua factory outlet di lantai bawah (letaknya didepan barbershop) dan sebuah bar and lounge di lantai atas. Sejatinya sebuah konsep bisnis yang menarik, saya tebak bahwa bisnis ini dikelola oleh anak-anak muda, dan memang benar adanya. Berdasarkan informasi Manhattan Barbershop didirikan oleh empat orang teman sewaktu mereka kuliah, mereka bernamaFerrialdo, Reynaldo, Aryo dan Hafizh. 


Begitu masuk ruangan biasanya langsung ditanyai oleh customer service, dan akan dijelaskan antrian siapa dulu yang akan potong rambut. Saya dan Utha duduk di bangku empuk yang sudah disediakan tumpukan majalah di sudut ruangan karena dua hairstylist sedang memotong rambut dua customer lain yang datang sebelum saya. Saya urutan ketiga setelah Utha dan seorang anak SMU. Interior dalam ruangan sendiri sangat bagus, pemilihan warehouse atau piranti tempat duduk, cermin dan segala perabotannya sangat berkarakter, bersih dengan aroma pomade yang khas sehingga ketika saya duduk disana akan sadar bahwa ini tempat potong rambut, bukan café dan buka pula factory outlet. 


Ketika tiba urutan saya, saya dilayani oleh anak muda, dan seperti yang saya duga, berasal dari garut, kenapa setiap tukang cukur yang ada di Jakarta berasal dari Garut. Saya menjelaskan potongan rambut yang saya inginkan berikut mendengarkan nasihat dari si amang garut ini. Para stylist di sini tahu juga tren-tren potongan rambut sekarang, saya juga menunjukkan foto-foto gaya rambut di Ipad, walaupun pada akhirnya saya kembali ke potongan lama karena saya termasuk konservatif. Peralatan cukurnya lumayan canggih dan lengkap. Ada handuk panas, dan boleh mencoba jenis pomade. 


Setelah hampir lima belas menit, saya sudah mendapatkan potongan rambut baru berikut dengan pijat punggung. Hah rileks deh. Saya membayar ke kasir sebanyak 70 ribu rupiah dan bertanya-tanya mengenai produk-produk pomade yang ditawarkan, minimum harga pomade berkisar antara 100 ribu hingga 150 ribu, cukup mahal juga sejatinya tapi karena saya menghargai konsep bisnis, saya memberikan apresiasi terhadap barbershop satu ini. 


Hari masih sore ketika saya dan Utha memutuskan untuk ke Gandaria City dan bertemu dengan kawan lama juga, Roy. Saya sempat foto-foto di depan tempat manhattan barbershop, yang membuat miris tempat parker di sini didominasi oleh mobil, sementara saya dan Utha hanya menggunakan sepeda motor, sehingga agak susah untuk parker dan mengeluarkannya, tapi jangan khawatir dengan 2 ribu rupiah anda bisa mengeluarkannya tanpa susah payah karena ada petugas yang mengatur. Kalau lagi ingin potong rambut dan kebetulan berada di daerah melawai, silakan datang ke Manhattan Barbershop. Unik dan berkelas.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/saumiere/abad-barbershop-ketika-pria-gemar-potong-rambut_5528dc57f17e61a3118b458a

Selasa, 05 Januari 2016

Pria 'Haus' Tampil Gaya, Barbershop Menjamur


Pria 'Haus' Tampil Gaya, Barbershop Menjamur


Jakarta, CNN Indonesia -- Dahulu, pria hanya perlu datang ke tukang cukur bawah pohon untuk memangkas rambut. Kini, bawah pohon sudah bukan lagi tempat bercukur. Para pemangkas rambut sudah berbondong-bondong "pindah lapak" ke mal.

Namanya pun bukan lagi tukang cukur. Mereka bertransformasi menjadi lebih modern dengan hanya mengganti nama menjadi bahasa Inggris: barbershop. Inilah tempat para pria masa kini mendapat gaya rambut impian.

Barbershop naik kelas. Bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas. Alatnya tak sekadar gunting dan silet. Ia juga menggunakan pencukur elektronik, bahkan minyak rambut pemulus gaya trendi.

Kelamaan, barbershop yang ada pun membentuk karakter dan kelasnya sendiri. Dengan bercokol di mal, ia melayani pria "berkelas." Barbershop pun bersolek. Ia didesain khusus memenuhi kebutuhan grooming pria. Pangkas rambut, menata gaya, sampai memermak jenggot, semua dilayani.


"Sehingga wajar saja untuk harga dari jasa yang diberikan lebih mahal, karena mampu memfasilitasi apa kebutuhan dan maunya pria dalam hal hairstyling. Tidak perlu lagi pria masuk salon untuk mendapatkan gaya yang diinginkan," kata Nick The Barbership, perwakilan Indonesia Barbershop Association (IBA) di Jakarta, Sabtu (12/12) kemarin.

Nick melihat barbershop menjamur di Indonesia sejak 2011. Kemunculan itu terinspirasi dari banyaknya barbershop di Amerika, kiblat industri dan profesi.

Barbershop hadir di saat yang tepat. Di luar konsep unik dan menyamankan pengunjung yang diusungnya, pria di Indonesia memang sudah lama "haus" tempat grooming yang khusus untuk mereka, dan servisnya layak.

Namun, lanjut Nick, strategi dan konsep yang ada di Amerika tidak bisa serta-merta dibawa langsung ke Indonesia. Ia harus dikombinasikan dengan budaya setempat.

"Pijat setelah bercukur, itu tidak ada di Amerika. Hanya di kawasan Asia yang populer menghadirkan layanan itu," Nick memberi contoh. Bukan hanya soal pelayanan, bisnis barbershop di kedua negara pun berbeda.

Di Indonesia, pemilik barbershop didominasi oleh kalangan pebisnis. Sementara di Amerika, pemiliknya langsung para barberman. Tak hanya menyokong dana, mereka juga bisa terjun melayani konsumen karena memang berkemampuan memangkas rambut pria.

Sebagai pengurus IBA, Nick tidak ingin barbershop di Indonesia sekadar jadi bisnis belaka. Ia berniat mengumpulkan pengusaha sekaligus barberman untuk bertukar ilmu demi meningkatkan pelayanan serta mutu berbagai produk yang digunakan.

Ia menambahkan, pihak ke-tiga pun dibutuhkan untuk menjaga perkembangan barbershop tetap stabil meski bersaing. Ia mendorong banyaknya acara kompetisi atau penghargaan untuk barbershop dan barberman, pun produsen produk grooming pria.(rsa)

Sabtu, 05 Desember 2015

Setahun Dirikan 5 Cabang usaha barbershop, memotong 5.000 Kepala per Bulan


Setahun Dirikan 5 Cabang, 5.000 Kepala per Bulan



KETIKA ANAK MUDA BALI TEKUNI USAHA POTONG RAMBUT


Potong rambut adalah kebutuhan setiap orang, terlebih para lelaki akan lebih sering memotong rambutnya. Di Bali, usaha potong rambut identik dengan ‘kerjaan kasar’ sehingga di Bali begitu mudah dijumpai kedai cukur yang dijalankan oleh pendatang terutama asal Jawa dan Madura. Lalu orang Bali, terutama anak mudanya, pada ke mana? Tidakkah tertarik dengan usaha yang satu ini?

Peluang itulah yang jeli dilihat oleh seorang pemuda asal Padangsambian, Denpasar, Agus Gede Santika Subawa. Melihat peluang yang sangat menjanjikan pada usaha potong rambut, setahun lalu ia dengan penuh keyakinan terjun ke usaha ini. Tepat 8 April 2015, Gusde, panggilan akrabnya, membuka barbershop yang ia namakan Mr. Pangkas Barbershop & Pomade. Selain potong rambut sekaligus pihaknya memproduksi pomade (minyak rambut).

“Alasan saya simpel aja karena rambut itu pasti akan panjang dan semua orang butuh tempat potong rambut. Bisnis barbershop bukan bisnis yang musiman karena sudah merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Belum lagi anak SD, SMP, SMA, rambutnya panjang sedikit saja udah disuruh potong sama gurunya,” tuturnya mengawali perbincangan belum lama ini.

Gusde menuturkan, memilih membuka tempat potong rambut khusus pria karena pria frekuensi potong rambutnya lebih sering dibandingkan wanita. Seorang pria bisa potong rambut dua kali dalam sebulan. Saat itu, awalnya di Bali khususnya di Denpasar, tempat potong rambut hanya ada dua pilihan, dan kedua pilihan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Pilihan pertama, potong rambut ke kedai-kedai cukur pinggir jalan biasanya dipegang orang Madura, di sini tempatnya murah namun seringkali kurang nyaman, kotor, dan tukang cukurnya pun kurang update masalah rambut modern. Pilihan kedua, potong rambut ke barbershop premium, di sini tempatnya nyaman, bersih, dan memperkerjakan tenaga kapster (pemangkas dan penata rambut) yang profesional namun harganya cukup mahal.

“Nah di sinilah saya melihat ada peluang, kenapa tidak membuka tempat potong rambut modern yang bisa merangkul semua kalangan? Jadi di saat orang malas ke kedai cukur yang tempatnya kurang nyaman juga ke barbershop premium yang harganya mahal, masyarakat bisa ke barbershop saya. Jadi, target pasar saya bisa semua kalangan,” cerita mahasiswa FH Unud ini lebih lanjut.

Dengan suasana barbershop yang bersih dan nyaman serta kapster profesional, ia menawarkan harga Rp20.000 per kepala (dewasa) sudah termasuk potong rambut, massage, hairstyling, dan pomade. Setelah membuka dua cabang di Denpasar, tepatnya di Jl. Sidakarya No. 55 dan di Jl. Gunung Tangkuban Perahu No.10X, ternyata respon masyarakat cukup besar. Berbekal hal itu, ia pun berani melebarkan usahanya ke wilayah Badung, di Jl. Ciung Wanara No.10X Blahkiuh, Jl. Raya Canggu No.1, dan terakhir di Jl. Raya Uluwatu No.9 Ungasan.

Kelima barbershopnya itu berdiri hanya dalam setahun saja. Masing-masing buka 11 jam, pukul 10.00-21.00 Wita. Dalam sehari, pihaknya menargetkan minimal satu barbershop 30 kepala dan hari Minggu atau libur biasa 50 kepala. Sehingga total dalam sebulan Mr. Pangkas Barbershop & Pomade minimal mencukur 5.000 kepala bahkan bisa sampai 6.000 kepala. “Pas hari libur panjang jelang sekolah pasti dapat paling sedikit 80 kepala sehari dan pernah mencapai 116 kepala sehari,” ujar pemuda kelahiran 30 April 1993 itu.

Saat ini ia mempekerjakan 14 orang kapster, 4 orang barber keeper, 3 orang marketing, dan 2 orang helper. Sistem kerja Mr. Pangkas Barbershop, barber keeper bertugas mengontrol barbershop setiap hari dengan gaji bulanan. Kapster, tukang cukur profesional yang bertugas melayani tamu setiap hari dengan sistem kerja bagi hasil 50:50 dari pendapatan setiap hari. Marketing bertugas memasarkan produk pomade Mr.Pangkas, sementara helper bertugas membantu kegiatan di luar barbershop.

“Dulu emang orangtua khususnya orang Bali kalau melihat anak muda bisnis tukang cukur dilihat bisnis ini tidak bergengsi dan bisnis kacangan. Tapi sekarang saya ingin membuktikan ke mereka bahwa pemikiran mereka salah. Dan banyak yang kira tukang cukur penghasilannya kecil. Jadi itu salah. Jujur saya menggaji tukang cukur saya per orangnya 4 juta – 6 juta sebulan,” papar Gusde.

Ia mengaku, baru belakangan setelah usahanya terbukti berhasil, orang Bali mau bekerja dengannya. Saat ini sudah ada tiga orang Bali yang bekerja dengannya dan mereka baru percaya hasilnya benar seperti itu. Bahkan, untuk menarik minat pemuda Bali mau bekerja di tempatnya, Gusde pernah membuat iklan yang menjanjikan gaji karyawan Rp3,5 juta per bulan. Gusde sangat berharap anak muda Bali mau bersama-sama menekuni usaha potong rambut. Ia pun merencanakan ke depan ingin mengajarkan dan mempekerjakan orang Bali di bisnis barbershop ini.

Secara sikap, menurutnya orang Bali lebih seni serta rata-rata lebih bersih dan rapi. “Dulu orang Bali gak mau jadi tukang cukur. Mereka kebanyakan maunya kerja yang pakek seragam aja kayak pegawai kantoran, security. Tapi setelah saya kasi tau kalau jadi kapster gajinya gede, mereka baru mau mencoba kerja di sini,” imbuhnya.***

Selasa, 01 Desember 2015

KURSUS BARBERSHOP di YOGYAKARTA - BARBERSHOP TRAINING CENTER



Kelebihan Menjalankan usaha Barbershop
  1. Modal yang dikeluarkan relatif kecil, dengan pendapatan yang cukup tinggi
  2. Mudah dalam melakukan usahanya
  3. Tidak ribet dalam penyediaan peralatan dalam usaha ini
  4. Sampai kapanpun tukang cukur akan selalu dicari karena semakin hari rambut akan semakin bertambah panjang

KURSUS BARBERSHOP DI YOGYAKARTA
BTC - BARBERSHOP TRAINING CENTER


BELAJAR:
1. Cara menggunakan Peralatan Barbershop.
2. Cara memotong berbagai macam gaya rambut pria terkini.
3. Cara agar Berani dan Percaya diri saat memotong rambut.
4. Cara mencuci rambut
5. Cara memijat kepala.
6. Cara membuat HairTattoo.
7. Cara mencukur kumis.
8. Cara memberi Vitamin rambut.
9. Cara memberi Tonic pd rambut.
10. Cara Creambath
11. Cara mewarnai rambut.
12. Cara menggunakan pisau cukur.
13. Cara memikat pengunjung sehingga menjadi pelanggan setia.
14. Cara menjadi Hairstylist profesional.
15. Belajar Manajemen usaha Barbershop.
16. Cara merekrut karyawan yang setia.
17. Sistem penggajian usaha Barbershop.
18. Cara memasarkan usaha Barbershop.

BARBERSHOP TRAINING CENTER - YOGYAKARTA




INCOMING BARBERSHOP SEARCH:
kursus barbershop, kursus potong rambut pria, kursus cukur rambut, kursus pangkas rambut, pelatihan barbershop, kursus salon, kursus salon pria, kursus salon kecantikan, kursus rambut, kursus johnny andrean, kursus rudy hadisuwarno, biaya kursus barbershop,
peluang usaha, peluang bisnis, peluang usaha barbershop, peluang bisnis barbershop, waralaba barbershop, franchise barbershop, kemnitraan barbershop, kerjasama barbershop, buka usaha barbershop, manajemen barbershop, cara mengelola barbershop,
karyawan barbershop, pegawai barbershop, SDM barbershop, kapster barbershop, barberman, dicari kapster barbershop, dibutuhkan kapster barbershop, dibutuhkan barberman,

KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Banten, Serang, TANGERANG, Depok, Bekasi, bogor, Depok, Jakarta, Jawa Barat, Bandung, Jawa Tengah, Semarang, Yogyakarta, Jawa Timur, Surabaya, Malang, Bali, Denpasar, Nusa Tenggara, Kupang, Nusa Tenggara Barat, Mataram
KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Aceh, Banda Aceh, Sumatra, Medan, Sumatra Selatan, Palembang, Padang, Bengkulu, Riau, Pekanbaru, Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Pangkal Pinang
KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Kalimantan Barat, Pontianak, Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Kalimantan Utara, Tanjung Selor
KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Gorontalo,Sulawesi Barat, Mamuju, Sulawesi Tengah, Palu, Sulawesi Utara, Manado, Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Selatan, Makassar

Minggu, 01 November 2015

KURSUS BARBERSHOP di YOGYAKARTA - BARBERSHOP TRAINING CENTER

Guys... Pasti sadar lah setiap harinya bahwa semakin hari panjang rambut akan terus bertambah, padahal seorang pria dituntut untuk memiliki rambut yang rapi. Naah untung sekarang ada Barbershop. Barbershop adalah usaha pangkas rambut khusus pria dan anak-anak yang menawarkan berbagai macam jasa perawatan rambut pria dan anak-anak. Usaha yang satu ini memang terkesan tidak terlalu ribet jika dibandingkan dengan usaha-usaha yang lain seperti usaha kuliner misalnya, dikarenakan dalam usaha ini hanya membutuhkan tempat dan peralatan cukur dengan tukang cukur yang sudah berpengalaman usaha ini sudah dapat berjalan.


KURSUS BARBERSHOP DI YOGYAKARTA
BARBERSHOP TRAINING CENTER

BELAJAR:
1. Cara menggunakan Peralatan Barbershop.
2. Cara memotong berbagai macam gaya rambut pria terkini.
3. Cara agar Berani dan Percaya diri saat memotong rambut.
4. Cara mencuci rambut
5. Cara memijat kepala.
6. Cara membuat HairTattoo.
7. Cara mencukur kumis.
8. Cara memberi Vitamin rambut.
9. Cara memberi Tonic pd rambut.
10. Cara Creambath
11. Cara mewarnai rambut.
12. Cara menggunakan pisau cukur.
13. Cara memikat pengunjung sehingga menjadi pelanggan setia.
14. Cara menjadi Hairstylist profesional.
15. Belajar Manajemen usaha Barbershop.
16. Cara merekrut karyawan yang setia.
17. Sistem penggajian usaha Barbershop.
18. Cara memasarkan usaha Barbershop.

BARBERSHOP TRAINING CENTER



INCOMING BARBERSHOP SEARCH:
kursus barbershop, kursus potong rambut pria, kursus cukur rambut, kursus pangkas rambut, pelatihan barbershop, kursus salon, kursus salon pria, kursus salon kecantikan, kursus rambut, kursus johnny andrean, kursus rudy hadisuwarno, biaya kursus barbershop,
peluang usaha, peluang bisnis, peluang usaha barbershop, peluang bisnis barbershop, waralaba barbershop, franchise barbershop, kemnitraan barbershop, kerjasama barbershop, buka usaha barbershop, manajemen barbershop, cara mengelola barbershop,
karyawan barbershop, pegawai barbershop, SDM barbershop, kapster barbershop, barberman, dicari kapster barbershop, dibutuhkan kapster barbershop, dibutuhkan barberman,

KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Banten, Serang, TANGERANG, Depok, Bekasi, bogor, Depok, Jakarta, Jawa Barat, Bandung, Jawa Tengah, Semarang, Yogyakarta, Jawa Timur, Surabaya, Malang, Bali, Denpasar, Nusa Tenggara, Kupang, Nusa Tenggara Barat, Mataram
KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Aceh, Banda Aceh, Sumatra, Medan, Sumatra Selatan, Palembang, Padang, Bengkulu, Riau, Pekanbaru, Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Pangkal Pinang
KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Kalimantan Barat, Pontianak, Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Kalimantan Utara, Tanjung Selor
KURSUS BARBERSHOP POTONG RAMBUT CUKUR RAMBUT PANGKAS RAMBUT Gorontalo,Sulawesi Barat, Mamuju, Sulawesi Tengah, Palu, Sulawesi Utara, Manado, Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Selatan, Makassar

Senin, 05 Januari 2015

MAU BUKA USAHA BARBERSHOP? Ini Perhitungan Usaha Pangkas Rambut (Barbershop)


MAU BUKA USAHA BARBERSHOP? Ini Perhitungan Usaha Pangkas Rambut (Barbershop)


Jaman sekarang gaya hidup dan tren telah tumbuh pesat di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan di daerahpun tidak luput dari perubahan yang pesat tersebut. Baik pria maupun wanita terus hidup dalam gaya hidup yang selalu berubah setiap waktu. Begitu juga dengan gaya hidup pria atau laki-laki. Saat ini kaum pria yang dulunya cuek dengan penampilan mulai lebih memperhatikan dirinya. Tren gaya rambut pria pun selalu berubah setiap saat mengikuti perkembangan jaman. Hal ini lah yang kemudian dimanfaatkan oleh usaha barbershop untuk meraup keuntungan dari peluang usaha ini. Usaha barbershop yang dulunya dibuat seadanya kini telah berubah total seiring dengan perubahan tren kebutuhan pria akan penampilan dan gaya hidup. Bukan hal yang aneh lagi sekarang kita melihat banyak barbershop mulai bermunculan yang lebih rapi, elegan, dengan ruangan ber-AC senyaman tempat salon wanita. Harga yang ditawarkan pun jauh lebih mahal dibandingkan pangkas rambut sekadarnya yang tentunya menawarkan model rambut yang kekinian dan beragam sesuai dengan kebutuhan mode sekarang.

Hal yang membuat usaha ini memiliki peluang yang cerah dan berkelanjutan karena secara alami rambut akan terus tumbuh dan perlu dipangkas. Tidak ada kata tutup karena turunnya permintaan untuk usaha jenis ini. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menjalankan usaha ini tidaklah mudah karena menitikberatkan kepada keahlian dalam memangkas. Butuh waktu lama untuk benar-benar mahir dalam mencukur terlebih jaman sekarang mode rambut semakin beragam yang tentunya membutuhkan teknik yang tidak mudah.

Bagi Anda yang sudah merasa mahir dalam memangkas rambut dan mulai berpikir untuk membuka usaha potong rambut, berikut ini beberapa langkah yang dapat dijadikan pertimbangan untuk mendapatkan keuntungan dalam usaha ini:

1. Persiapkan tempat usaha

Tempat usaha tentunya harus strategis dengan luas ruangan yang mencukupi. Pastikan pula tempatnya bersih dan hindari usaha sejenis agar kita tidak berebut pelanggan. Masa tunggu yang cukup lama akan membuat pelanggan segera beralih ke tempat lain jika lokasinya berdekatan. Jika tempat cukur rambut agak jauh tentunya mereka akan lebih sabar menunggu. Berikan pula diskon di jam-jam tertentu jika memungkinkan agar permintaan bisa terpecah sehingga tidak menumpuk di jam-jam tertentu saja untuk mengurangi waktu tunggu.

2. Beli kursi untuk mencukur

Harga kursi khusus untuk mencukur cukup mahal karena usaha Anda berbeda dengan tukang cukur keliling yang menggunakan bangku seadanya. Jika memungkinkan beli saja kursi yang bekas, toh pelanggan tidak terlalu memedulikannya selama kursi tersebut masih terlihat baik dan nyaman untuk diduduki. Jika Anda masih seorang diri beli saja satu buah set kursi, kecuali Anda memulai usaha ini bersama-sama maka Anda dapat membeli kursi lain. Berbeda dengan jenis usaha lainnya, penambahan kursi cukur ini tidak akan berguna jika tidak ada orang/pemangkas yang menggunakannya. Umumnya untuk dapat membayar segala biaya, terutama biaya sewa, dibutuhkan minimal dua pemangkas di setiap tempat usaha. Hal ini juga untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan yang bisanya datang pada jam-jam yang hampir bersamaan. Tentunya jika Anda masih seorang diri, akan lebih menguntungkan menjadi tukang cukur keliling karena Anda tidak perlu membayar biaya sewa tempat yang cukup mahal.

3. Sebarkan brosur dan pasang penanda/papan nama khas barber shop yang cukup mencolok di depan toko Anda.

Tempat cukur umumnya memiliki ciri khas penunjuk yang dipasang di depan toko seperti tiang penanda barber shop yang berwarna merah, putih, dan biru serta selalu berputar-putar. Tambahan pula ada papan gambar alat cukur/gunting lengkap dengan potongan rambut lelaki. Tentunya ini semakin menguatkan pesan Anda kepada orang yang lalu lalang bahwa ada tempat cukur rambut di daerah itu.

4. Mulailah menghitung!

Berikut ini hasil perhitungan untuk 2 pemangkas yang diperkerjakan (Anda hanya pemodal) dengan target pelanggan 15 orang per hari.

Modal usaha:


Kursi mencukur 2 buah                                                                                               Rp1.500.000
4 kaca cermin (2 depan 1x1 m dan 2 belakang 1x0,5m)                                             Rp1.000.000
Meja dan laci                                                                                                                Rp500.000
AC 1 pk                                                                                                                       Rp3.000.000
1 set mesin cukur rambut                                                                                             Rp300.000
1 set gunting potong                                                                                                     Rp300.000


Peralatan lainnya: handuk, sisir, kain penutup badan, poster, dll                                  Rp300.000
Modal kerja: Sewa tempat (1 bulan pertama)                                                               Rp500.000
Modal kerja (perlengkapan usaha): sabun, hairspray, semir, dll (1 bulan pertama)      Rp100.000


Total Modal yang dibutuhkan                                                                                        Rp7.500.000




Biaya-biaya lainnya (di luar biaya penyusutan):


Sewa tempat (1 bulan)                                                                                    Rp500.000
Gaji pemangkas (2 orang)                                                                             Rp6.000.000
perlengkapan usaha: sabun, hairspray, semir, dll                                          Rp100.000
Listrik                                                                                                            Rp500.000
Biaya lainnya                                                                                                 Rp250.000


Total biaya per bulan                                                                                    Rp7.350.000




Perkiraan keuntungan:

Target pelanggan per hari: 15 orang
Biaya per orang: Rp25.000
Pendapatan per bulan: Rp25.000 X 15 orang X 30 hari = Rp11.250.000
Keuntungan per bulan: Rp11.250.000 – Rp7.350.000 (biaya/bulan) = Rp3.900.000


Perkiraan balik modal:

Modal usaha: Rp7.500.000
Keuntungan per bulan: Rp3.900.000
Perkiraan balik modal: Rp7.500.000/ Rp3.900.000 = +/- 2 bulan


*) belum memperhitungkan biaya lain-lain seperti biaya penyusutan, iuran bulanan keamanan/kebersihan, dan pajak usaha.